V the Knight bagian 1

"Yesss berhasiiil!!! Wuahahaha kita berhasil komandaaan" Teriak Dubois yang kegirangan karena temuannya berhasil.

"Mantap Pak anda sangat berbakat pak. Kita telah berhasil!" Balas Pak Komando sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Dubois bekerja di sebuah laboratorium militer, yang terdapat di sebuah negara yang bernama Chesttulac. Dia menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk mengabdi kepada negara, sebagai salah seorang ilmuan di bidang kemiliteran. Bahkan dia rela mengorbankan waktu bersama keluarganya untuk bekerja sebagai ilmuan disana.

Pagi ini dia telah berhasil membuat sebuah teknologi rahasia berupa sebuah alat yang bernama... Microchip

    Ya microchip... mi-cro-chip

Dalam dunia kemiliteran, negara manapun pasti memiliki teknologi rahasia. Teknologi rahasia yang dimiliki sebuah negara, tentu saja tidak boleh diketahui oleh pihak negara manapun.

Pihak militer negara Chesttulac akan mengembangkan teknologi chip mikro / microchip. Rencananya microchip akan ditanam di pundak para prajurit, agar mereka semua saling terhubung dan bisa berbagi informasi satu sama lain melalui telepati ketika berperang.

Hari yang telah ditentukan telah tiba. Microchip sudah ditanam di setiap pundak para prajurit militer. Tetapi, mereka masih belum dapat menggunakan microchip tersebut. Sebab, belum ada perintah untuk mengaktifkannya.

Dubois memiliki keluarga yang terbilang harmonis, walaupun jarang bertemu. Masing-masing anggota keluarga sudah saling memahami profesi dan tanggung jawab kepala keluarga mereka.

Dubois memiliki seorang putri yang sangat cantik dia diberi nama Elvira. Putrinya tersebut masih duduk di bangku kelas tiga SMA. Elvira sangat pintar, baik dari segi akademik maupun non akademik dia kuasai. Dia memiliki segudang prestasi. Hampir semua ekskul dia geluti.
Bahkan, Dia telah mengharumkan nama sekolah sampai ke tingkat Nasional dibidang Olimpyade Fisika.

                             ***

Saat itu pukul 02:17 dini hari.
Vasco sedang meretas komputer utama yang terdapat di laboratorium militer. Dia bekerja sama dengan tiga orang temannya yaitu Carla, Edward, dan Alex. Mereka berempat bekerjasama untuk seorang mafia internasional yang bernama Herzl.

Vasco menonaktifkan kamera pengintai dan aliran listrik yang dipasang pada kawat penghalang. Setelah listrik pada kawat tersebut di matikan, Edward dan Carla langsung memotong kawat penghalang tersebut. Sedangkan Alex berjaga-jaga mengamati lingkungan sekitar mereka sambil menenteng senapan bertipe Alpha77SR.

Alpha77SR, adalah senapan mematikan. Senapan tersebut memiliki peluru dapat membuat tulang hancur.  Peluru itu bertipe QR13. Peluru ini bisa meledak apabila mengenai sasaran tembakan.

Edward dan Carla berhasil memotong kawat penghalang tersebut. Mereka menyusup ke dalam. Dan dengan hati-hati, saat mereka memasuki kawasan tersebut. Sambil berjaga-jaga, Alex tetap menenteng senapannya, Alpha77SR.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka melintasi tanah tandus kawasan militer Negara Chesttulac. Tiba-tiba mereka mendengar deru mesin mobil militer akan melintas. Mereka tiarap dan rebah ke tanah agar tidak ketahuan.

Pihak penjaga kawasan militer curiga, karena dipadamkannya kawat penghalang dan kamera pengintai oleh yang tak dikenal.
Mereka sedang mengecek keadaan pagar penghalang.
Para penjaga juga mencurigai adanya penyusup yang masuk ke kawasan militer sebab kawat penghalang tersebut sudah dirusak.

Keempat orang tadi sudah sampai di depan gedung laboratorium. Mereka menembaki semua orang-orang yang menghadang mereka.

Edward memotong jari telunjuk salah satu penjaga untuk dipakai sidik jarinya. Dia menggunakan jari tersebut untuk membuka kunci pintu laboratorium. 
Mereka berempat masuk ke dalam gedung.

    Dooor! door doooooor!

Suara tembakan menggema di dalam gedung. Mereka berempat saling baku tembak dengan para petugas penjaga laboratorium. Tidak satupun dari mereka berempat yang terkena tembakan. Namun, semua penjaga sudah tewas.

Mereka berlari menuju ruang penlitian microchip. Mereka berempat tidak menemukan seorangpun disana. 

Dubois sedang bersembunyi di dalam gudang peralatan penelitian. Disana terdapat banyak tikus-tikus sebesar kucing.Tanpa dia sadari, seekor tikus menggigit jari telunjuknya. Sontak Dubois terkejut dan...

"Aaarrrghhhhtt tikus bedebaah" Dubois berteriak kesakitan.

Teriakan Dubois membuat mereka berempat terkejut. Mereka langsung membuka pintu gudang tersebut. Dan... tertangkap lah si Dubois.

Mereka memaksa Dubois untuk menunjukan dimana data-data rahasia mengenai microchip disimpan. Tetapi Dubois tetap ngotot tidak mau memberi tahu mereka. Edward menodongkan senapan ke arah Dubois. Tetapi Dubois tetap tidak mau memberi tahu. Tiba-tiba...

Doooooorrrr!!

Peluru QR13 dari senapan Alpha77SR milik Edward meledak persis di dalam dada Dubois dan membuat jantungnya hancur. Darah bercucuran ke  lantai. Gugurlah seorang Ilmuan, gugurlah seorang ayah dan gugurlah seorang pahlawan bagi anak-anaknya Elvira dan Ronald.
Tubuh Dubois tumbang ke belakang dengan mata melotot.

Brukk!!!

Sebuah Flasdisk terlempar dari kantong baju laboratorium yang dikenakan Dubois. Selembar foto keluarga juga ikut terlempar dari kantong baju tersebut. 

Malam sunyi sepi
Sedih hatiku ini
Hilanglah sudah
Hilanglah sudah...

Biarkanlah waktu 
Berhenti dulu
Jangan paksa aku
Pertahankan itu...

Buanglah semua beban hidupku
Buanglah semua kesulitanku
Buanglah semua rasa sakitku
Sampai penghantaran di ujung
Waktu...
Tak ada penyesalan
Bagiku...


Selembar foto keluarga harmonis telah berlumuran darah. Foto yang terdiri dari Dubois, Debora (istri Dubois), Elvira, dan Ronald (adik Elvira). Foto tersebut memperlihatkan keceriaan mereka bersama-sama di masa lalu. Namun, keceriaan itu akan runtuh.

Kemudian Alex memungut selembar foto tersebut. Lalu dia memasukannya ke dalam kantong celana. Sedangkan Vasco memungut flasdisk tersebut. Setelah dicek, ternyata memang itulah yang mereka cari.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

V the Knight bagian 2